| MEDALS REPORT (Country Gold+Silver+Bronze=Total) | Thailand 107+94+81=282 | Myanmar 86+62+85=233 | Vietnam 73+86+86=245 | Indonesia 65+84+111=260 | Malaysia 43+38+77=158 | Singapore 34+29=45=108 | Philippines 29+34+38=101 | Laos 13+17+49=79 | Chambodia 8+11+28=47 | Timor Leste 2+3+5=10 | Brunei 1+1+6=8 |

JOURNAL SEA GAMES 2013 - INDOSPORTS SUPPORTING MEDIA

Saturday, December 21, 2013

Kronologi Final Sepak Bola Thailand 1 - 0 Indonesia

INDONESIA UPDATED. Thailand menjuarai SEA Games 2013 setelah mengalahkan Indonesia 1-0 pada partai final cabang sepak bola putra di Stadion Zayyarthiri, Naypyitaw, Sabtu (21/12/2013). Sarawut Masuk menjadi pahlawan Negeri Gajah Putih lewat gol cantiknya pada menit ke-22.

Dengan demikian, Thailand menyabet medali emas turnamen dua tahunan antara negara-negara Asia Tenggara ini dan Indonesia harus puas menyabet medali perak. Perunggu sepak bola diraih Singapura, yang pada laga perebutan medali ini menang 2-1 atas Malaysia.


Sejak awal pertandingan, Thailand, yang mengalahkan Indonesia 4-1 pada babak penyisihan Grup B, langsung mengambil inisiatif menyerang.  Menit kedelapan, pasukan besutan Kiatisuk Senamuang ini sudah memberikan ancaman serius. Melalui kerja sama dari sektor tengah, bola diumpan kepada Pokklaw Anan yang melakukan gocekan sebelum melepaskan tendangan terarah ke pojok kiri gawang. Beruntung Kurnia Meiga sigap menepisnya.

Indonesia memberikan respon yang bagus. Pada menit ke-12, Ramdani Lestaluhu mendapatkan peluang. Meloloskan diri dari kawalan pemain belakang Thailand, Ramdani melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Tetapi si kulit bundar mengarah tepat ke penjaga gawang Kawin Thammasatchanan. Ini merupakan peluang pertama pasukan Garuda Muda.

Thailand terus mendominasi pertandingan. Pada menit ke-19, tim Negeri Gajah Putih ini kembali memberikan tekanan lewat tedangan pojok. Kurnia Meiga tampil sangat cemerlang mengantisipasi bola tendangan sudut yang mengarah ke tiang jauh, karena tangkapannya lengket.

Namun pada menit ke-22, gawang Indonesia jebol lewat sebuah serangan balik Thailand. Sarawut Masuk dengan cerdik memanfaatkan peluangnya ketika menyambut umpan terobosan Thitiphan Puangchan. Setelah mengontrol bola, Sarawut menchip bola untuk memperdaya Kurnia Meiga yang maju untuk menutup pergerakannya. 1-0 untuk Thailand.

Meskipun telah berusaha keras, Indonesia kesulitan menembus pertahanan Thailand, yang bermain sangat rapi dalam laga ini. Bahkan, mereka nyaris menempatkan semua pemainnya di depan kotak penalti ketika kehilangan bola, sehingga Bayu Gatra dan kawan-kawan tak mendapatkan celah untuk menembus kotak penalti.

Sebaliknya, Thailand langsung menebarkan ancaman ketika menguasai bola. Serangan balik Pokklaw dan kawan-kawan patut diwaspadai barisan belakang Indonesia yang digalang Alfin Tuasalamony, Mokhamad Syaifuddin, Manahati Lestusen dan Diego Michiels. Sampai turun minum, skor tetap 1-0 untuk Thailand.

Di awal babak kedua, Indonesia mencoba untuk mengambil kendali permainan. Tetapi lagi-lagi Garuda Muda sulit meruntuhkan tembok pertahanan Thailand, yang masih sangat kokoh untuk ditembus.

Menit ke-60, Indonesia mendapatkan peluang lewat tendangan bebas di depan kotak penalti, menyusul pelanggaran terhadap Fandi Eko Utomo. Tetapi eksekusi Andri Ibo, yang masuk menggantikan Manahati, tak sempurna karena bola tendangannya membentur pagar hidup Thailand.

Indonesia terus memberikan tekanan dan mendapatkan peluang terbaik diperoleh pada menit ke-75 ketika terjadi kemelut di mulut gawang Thailand. Sayang, Ramdani tak sempurna mengeksekusi bola liar. Sempat salah menendang bola sundulan dari pemain belakang Thailand, Ramdani kembali mendapatkan kesempatan lewat tendangan sambil membelakangi gawang. Tetapi si kulit bundar melebar tipis di sisi kiri gawang Kawin.

Di sisa pertandingan, Indonesia terus menggempur pertahanan Thailand, yang selama paruh kedua nyaris tak memberikan ancaman serius ke gawang Kurnia Meiga. Tetapi berbagai upaya tim besutan Rahmad Darmawan ini tak kunjung membuahkan hasil terbaik untuk menyamakan skor, sehingga Garuda Muda harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor tipis 1-0.

Dengan demikian, Thailand berhak menyabet medali emas SEA Games ke-27 dan Indonesia kembali harus menelan kekecewaan karena hanya mampu meraih medali perak seperti dua tahun lalu di Palembang. Impian mengulangi kesuksesan 22 tahun silam ketika meraih medali emas harus tertunda.

Susunan pemain


Indonesia: 1-Kurnia Meiga; 26-Alfin Tuasalamony, 29-Mokhamad Syaifuddin, 13-Manahati Lestusen (Andri Ibo 57), 24-Diego Michiels; 11-Dedi Kusnandar, 4-Rizky Pellu (Dendi Santoso 81); 23-Bayu Gatra Sanggiawan, 7-Rizki Ramdani Lestaluhu; 22-Fandi Eko Utomo, 9-Yandi Sofyan Munawar (Ferinando Pahabol 69')
Pelatih: Rahmad Darmawan

Thailand: 26-Kawin Thammasatchanan; 15-Pravinwat Boonyong, 4-Sakolwat Skollah, 3-Theeraton Bunmathan; 24-Krirkrit Thaweekarn, 12-Charyl Champpuis, 10-Pokklaw Anan, 30-Sarawut Masuk (Kesarat 87'), 7-Thitiphan Puangchan; 9-Adisak Kraisorn
Pelatih: Kiatisuk Senamuang

tribunnews.com

Skor 0-1, Indonesia Gagal Sumbangkan Emas

INDONESIA UPDATED. Harapan menambah medali emas Sea Games 2013 dari cabang sepak bola dipastikan gagal, setelah tim nasional Indonesia tumbang dari Thailand 0-1, dalam pertandingan final yang digelar di Zeyar Thiri Sports Stadium, Naypyitaw, Myanmar, Sabtu.

Dengan hasil ini Tim Garuda Muda harus puas dengan medali perak seperti yang didapat pada SEA Games 2011 di Jakarta dan memperpanjang catatan buruk tidak pernah meraih emas sejak SEA Games 1991 di Manila.


Untuk medali perunggu SEA Games 2013 direbut oleh Timnas Singapura setelah dipertadingan perebutan ketiga mengalahkan Malaysia dengan skor 2-1.

Anak asuh Rahmad Darmawan mengambil berinisiatif melakukan tekanan terlebih dahulu ke pertahanan Thailand sejak awal babak pertama.

Fandi Eko Utomo dan kawan-kawan berusaha menguasai lini tengah demi melancarkan umpan-umpan terobosan yang mengarah ke gawang lawan yang dikawal oleh Kawin Thamsachanan.

Namun, Thailand juga tidak mau ketinggalan. Berbekal kondisi pemain yang lebih bugar, anak asuh Kiattisak Senamuang ini menerapkan pola permainan cepat kombinasi dari tengah menuju sayap. Gawang Kurnia Meiga beberapa kali terancam.

Penjaga gawang Arema Indonesia itu cukup piawai dalam menghadang bola. Namun, pada menit 21 Kurnia Meiga harus memungut bola dari gawangnya sendiri setelah pemain Thailand, Sarawut Masuk melesatkan tendangan ke gawang Timnas Indonesia.

Kondisi tertinggal 0-1 anak asuh Rahmad Darmawan langsung meningkatkan tempo pemainan. Bahkan pemain belakang Diego Michiels juga membantu dalam penyerangan. Namun, upayanya belum membuahkan hasil.

Tekanan demi tekanan sebenarnya terus dilakukan. Hanya saja, serangan selalu dipatahkan oleh barisan pertahanan Thailand yang dimotori Praweenwat Boon Yong. Kondisi tertinggal 0-1 bertahan hingga pertama usai.

Memasuki babak kedua Timnas Indonesia tidak henti-hentinya melakukan tekanan. Namun, Thailand juga tidak tinggal diam. Tim Negeri Gajah Putih itu tidak memberikan kesempatan Indonesia untuk berkembang.

Kesulitan menerobos pertahanan lawan membuat pemain Indonesia emosi. Bahkan dalam waktu yang bersamaan dua pemain Tim Garuda Muda yaitu Dedi Kusnandar dan Alfin Tuasalamony mendapatkan kartu kuning dari wasit.

Masuknya Ferinando Pahabol menggantikan Yandi Sofyan mengubah ritme permainan. Beberapa serangan juga langsung mengarah ke gawang Thailand meski belum mampu menyamakan kedudukan.

Demi meningkatkan daya serang, Rahmad Darmawan memasukkan Dendi Santoso untuk menggantika Rizky Pellu yang mulai kekelahan. Masuknya pemain Arema Indonesia membuat daya serang meningkat. Peluangpun banyak didapat. Hanya saja hingga peluit panjang tanda pertandingan usai ditiup wasit kedudukan tetap 0-1 untuk kemenangan Thailand.

Thailand Siapkan Gol Cepat & Penalti Untuk Gulung Indonesia

INDONESIA UPDATED. Thailand optimis bisa mengalahkan Indonesia di laga final SEA Games 2013, Sabtu (21/12) malam waktu Myanmar. Pelatih Thailand, Kiatisuk Senamuang, bahkan mengaku kalau skuad asuhannya sudah berlatih adu penalti demi final di Zeyar Thiri Stadium.

"Kami akan terus menekan pertahanan mereka dan mengandalkan kecepatan untuk membongkar pertahanan. Fisik mereka pasti tidak lebih baik dibanding kami karena Indonesia harus bermain lewat adu penalti untuk menundukkan Malaysia," sahut Kiatisuk. 


"Babak penalti? Tidak masalah. Sebenarnya kami sudah mempersiapkan diri selama sebulan untuk menghadapi penalti di Chiang Mai."

Thailand merasa percaya diri karena di fase grup sempat mengalahkan skuad U-23, 4-1. Pelatih yang akrab disapa "Zico dari Thailand" itu memprediksi kalau pemain Thailand akan bisa kembali menciptakan gol cepat seperti saat menaklukkan Indonesia.

"Thailand akan bermain dengan gayanya sendiri," kata Kiatisuk. "Kami harap bisa mencetak gol cepat agar bisa memenangkan pertandingan dengan mudah. Saya yakin tim ini bisa menundukkan Indonesia di 90 menit."

.

Skuad Indonesia Dalam Momentum Kebangkitan

INDONESIA UPDATED. Pasca mengkandaskan Malaysia di semifinal Sea Games 2013 Myanmar, Timnas Indonesia U23 akan kembali berhadapan dengan Thailand di partai final. Kedua tim sempat bertemu di babak penyisihan, dimana ketika itu Garuda Muda kalah 1-4 dari Gajah Putih.

Jika Indonesia lolos ke final setelah membungkam Malaysia, sementara itu Thailand lolos ke final setelah dipertandingan semifinal mengalahkan Timnas Singapura dengan skor tipis 1-0.


Menghadapi Thailand bukan perkara mudah bagi pelatih Indonesia, Rahmad Darmawan (RD). Kendati demikian pelatih ia mengaku optimistis anak asuhnya mampu bermain maksimal.

"Thailand merupakan tim kuat dan telah menganut sepak bola modern, kita juga sudah bertemu sebelumnya. Sekarang tinggal bagaimana kita untuk meraih yang terbaik," ungkap RD seusai pertandingan menghadapi Malaysia.

Sementara itu pelatih Timnas Thailand, Kiatisuk Senamuang mewaspadai kebangkitan Batu Gatra Cs. Indonesia menurut Kiatisuk, merupakan tim yang terus menanjak setelah mengalahkan tuan rumah Myanmar dan Malaysia.

Namun di luar itu semua, final sepak bola SEA Games XXVII antara Indonesia vs Thailand (Sabtu, 21/12/13) menyimpan cerita menarik dari kedua tim. Pasalnya laga itu akan menjadi pertarungan antara mantan polisi dan marinir.

Seperti yang diketahui jika RD sebagai pelatih, merupakan anggota Marinir aktif TNI Angkatan Laut. Dirinya sukses menjadi salah satu pelatih papan atas Indonesia, setelah menangani klub-klub besar nasional.

Jika RD adalah anggota marinir, sementara pelatih Kiatisuk Senamuang merupakan mantan anggota kepolisian Thailand, Royal Thai Police. Kiatisuk berkarier di sepak bola antara tahun 1989 hingga 2007.

Sejak 2013, Kiatisuk menjadi pejabat pelatih Tim Nasional Thailand menggantikan Winfried Schaefer. Dalam sebuah pertandingan persahabatan, dia berhasil membawa timnas Thailand menggilas Cina 5-1 pada Juni 2013.


Disisi lain, Timnas Indonesia U-23 siap memenuhi target yang ditetapkan yaitu merebut medali emas sepak bola pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara, SEA Games 2013 Myanmar.

Peluang untuk meraih emas ini cukup terbuka karena hanya menyisakan satu pertandingan melawan Thailand pada final SEA Games 2013 di Zeyar Thiri Stadium, Naypyitaw, Sabtu (21/12).

"Mereka (pemain) punya keinginan kuat untuk memenangi pertandingan. Pertandingan nanti bukan hanya masalah teknik dan strategi, tapi juga mental," kata pelatih Timnas Indonesia U-23, Rahmad Darmawan, setelah  memimpin latihan di lapangan Wunna Theikdi, Jumat (20/12).

Demi meraih target yang telah ditetapkan, pelatih Rahmad Darmawan telah menyiapkan formasi terbaik. Bahkan, pelatih yang akrab dipanggil RD ini juga telah mengetahui kekuatan dan kelemahan calon lawan.

Secara statistik, Timnas Indonesia kurang beruntung jika berhadapan dengan Thailand. Dari 17 kali pertemuan sejak 1977, Thailand menang sebanyak 12 kali dan Indonesia hanya satu kali menang.

Salah satu kekalahan yang didapat Timnas Garuda adalah saat menjalani pertandingan penyisihan Grup B SEA Games 2013 Myanmar. Saat itu Alfin Tuasalamony dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan Tim Gajah Putih itu dengan skor 1-4.

"Thailand merupakan tim kuat dan telah menganut sepak bola modern. Kita juga sudah bertemu sebelumnya. Sekarang tinggal bagaimana kita untuk meraih yang terbaik," kata Rahmad Darmawan.

Saat menghadapi anak asuh Kiatisuk Senamuang di partai final, kemungkinan besar Rahmad Darmawan akan memperkuat lini tengah Tim Garuda Muda itu dengan skema 4-5-1 atau hanya menyiapkan satu penyerang.

Hal ini dilakukan untuk menghalau serangan dari pemain Thailand yang terkenal dengan memiliki kecepatan dan keterampilan individu yang mampuni. Selain itu lawan selama ini sudah haus akan emas SEA Games.

Sebelumnya pelatih Timnas Thailand, Kiatisuk Senamuang mengatakan untuk menghadapi Indonesia pada partai puncak bukan perkara mudah meski di pertandingan penyisihan mampu dikalahkan.

"Indonesia tim yang kuat, terbukti mampu ke final. Sebelumnya juga mengalahkan tuan rumah Myanmar dan Malaysia," katanya.

Thailand melangkah ke final SEA Games 2013 setelah di semifinal mengalahkan Singapura di Zeyar Thiri Stadium, Kamis (19/12) dengan skor tipis 1-0.

 

RD: Final Saja Nggak Cukup! (Video)

INDONESIA UPDATED. Medali emas sudah ada di depan mata. Pantang bagi tim nasional sepak bola Indonesia tidak membawa pulang juara ke Tanah Air. Garuda Muda pun bertekad terbang tinggi pada partai final SEA Games 2013 melawan Thailand di Stadion Zeyar Thiri, Sabtu (21/12) malam.
 
Timnas U-23 melenggang ke final dengan mendepak Malaysia melalui babak adu penalti. Namun, Andik Vermansah dan kawan-kawan tak punya waktu lama untuk bersenang-senang. Mereka harus segera melanjutkan perjuangan untuk mengakhiri 22 tahun puasa emas Indonesia dalam cabang sepak bola SEA Games.


Simak video cuplikan pertandingan Indonesia vs Malaysia dan Thailand vs Singapore:




Pelatih Timnas U-23 Rahmad Darmawan menyadari masyarakat Indonesia tak hanya berharap tim asuhnya melangkah ke final, tapi juga dituntut menjadi juara. "Final saja tidak cukup,” kata Rahmad di Naypyitaw, Jumat (20/12).

Juru taktik yang akrab disapa RD itu sama sekali tak gentar meskipun akan melawan tim yang pernah mengalahkan Indonesia di fase grup dengan skor telak 1-4. Ia cukup optimistis bisa membalaskan kekalahan itu.

RD sudah mempelajari gaya permainan tim berjuluk Gajah Putih itu. Thailand diakuinya memiliki transisi permainan yang cepat dari bertahan ke menyerang. Berkaca dari pertemuan pertama melawan Thailand, Kamis (12/12), RD kini meminta anak asuhnya tak lagi bermain terbuka.

republika.com

Friday, December 20, 2013

Harimau Muda Syok, Ruang Ganti Sepi

MALAYSIA UPDATE. Malaysia kalah adu penalti 4-3 dari Indonesia setelah bermain 1-1 selama 120 menit di semifinal SEA Games 2013.

Pelatih Malaysia, Ong Kim Swee menyebut ruang ganti timnya seperti kuburan usai kekalahan tersebut. Seluruh pemain larut dalam kesedihan karena ditaklukkan rival abadinya dengan cara mengenaskan, lewat adu penalti.


Meski kalah, Ong Kim Swee enggan menyalahkan pemain yang gagal memasukkan bola saat adu penalti.

Malaysia gagal di dua penendang pertama, yakni sang pencetak gol Thamil Arasu dan Shahril Saad, akibat aksi gemilang Kurnia Meiga.

"Thamil dan Saad tidak harus bertanggung jawab akan hal ini (kalah adu penalti). Pemain sudah lakukan yang terbaik. Sekarang situasinya seperti pemakaman. Lima penendang adalah yang sudah terbaik dari 11 pemain. Tak ada yang perlu dipersalahkan," jelasnya usai laga kepada wartawan.

.
 

Performa K Meiga Menembus Final

INDONESIA UPDATED. Penampilan cemerlang, penjaga gawang Kurnia Meiga (K Meiga), dalam drama adu penalti mengantarkan Timnas Indonesia U-23 melaju ke pertandingan final cabang olahraga sepak bola SEA Games XXVII.

Timnas Indonesia U-23 mengalahkan Malaysia U-23 1-1 (4-3) dalam pertandingan semifinal di Zeyar Thiri Stadium, Naypyitaw, Kamis (19/12/2013).


Skuat Garuda Muda mencetak gol pembuka melalui Bayu Gatra pada menit ke-30. Harimau Muda Malaya kemudian menyamakan kedudukan, setelah Thamil Arasu Ambumamee mencetak gol pada menit ke-85. Pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjang waktu. Sayang, belum ada gol tercipta dalam pertandingan 2X15 menit.

Pertandingan dilanjutkan ke tendangan adu penalti. Penjaga gawang Indonesia U-23, Kurnia Meiga tampil gemilang. Dia mengagalkan dua tendangan penalti pemain Malaysia, yaitu Thamil Arasu Ambumamee dan Shahrul Mohd Saad.

Sementara, tiga penendang Malaysia lainnya, yaitu Muhamad Nazmi Faiz bin Mansor, Mohamad Fadhli Mohd Shas, dan Mohd Rozaimi bin Abdul Rahman mampu mengeksekusi bola dengan baik.

Sedangkan Indonesia, 2 eksekutor pertama, yaitu Alfin Ismail Tuasalamony dan Diego Michiels berhasil mencetak gol ke gawang Mohd Izham Tarmizi Roslan. Indonesia memang sempat gagal saat  tendangan Manahati Lestusen bola masih  melambung di atas gawang.

Namun, Yandi Sofyan selaku penendang keempat menyelesaikan tugas dengan baik. Penendang terakhir, Ferinando Pahabol mampu dengan tenang menceploskan bola ke gawang Malaysia. Indonesia pun melaju ke partai final.

Timnas Indonesia U-23 menunggu pemenang di pertandingan semifinal lainnya antara Thailand menghadapi Singapura di Zeyar Thiri Stadium, Naypyitaw, Kamis (19/12/2013). Pertandingan final dilangsungkan di Zeyar Thiri Stadium, Naypyitaw, Sabtu (21/12/2013).

Susunan Pemain:
Indonesia: Kurnia Meiga, Manahati Lestusen, Syaifuddin, Diego Michiels, Alfin Tuasalamony, Egi Melgiansyah (Nelson Alom 46), Rizky Pellu (Andik Vermansah 77/Feri Pahabol 102), Ramdani Lestaluhu, Bayu Gatra, Fandi Eko Utomo, Yandi Sofyan
Pelatih: Rahmad Darmawan

Malaysia: Izham Tarmizi, Zubir Azmi, Fadhli Shas, Shahrul Saad, Azrif Nasrulhaq, Nasir Basharuddin (Nazmi Faiz bin Mansor 46), Nazirul Naim Che Hashim (Rozaimi bin Abdul Rahman 46), D Saarvindran, Irfan Fazail, Hazwan Bakri, Thamil Arasu Ambumamee
Pelatih: Datuk Ong Kim Swee

RD: Timnas Indonesia Beruntung

INDONESIA UPDATED. Coach Timnas U-23 Indonesia Rahmad Darmawan (RD) menilai anak asuhnya lebih beruntung dibandingkan Malaysia sehingga meraih kemenangan di semifinal SEA Games 2013 di Zeyar Thiri Stadium, Naypyitaw, Myanmar, Kamis.

"Pertandingan tadi bukan hanya masalah teknik dan strategi. Tapi masalah mental. Pemain kita lebih kuat dan beruntung," kata Rahmad Darmawan usai pertandingan.


Pertandingan antara Garuda Muda melawan Harimau Malaya bisa dikatakan sebagai partai yang sarat dengan gengsi. Selama ini Malaysia dinilai sebagai batu sandungan bagi Indonesia untuk meraih hasil maksimal.

Pada semifinal SEA Games 2013 pelan tapi pasti Alfin Tuasalamony dan kawan-kawan mulai menunjukkan performa terbaik sehingga tinggal selangkah lagi untuk meraih emas kejuaraan olahraga terbesar di Asia Tenggara ini.

"Saya katakan ke pemain jika kita harus maksimal hingga 90 menit bahkan 120 menit. Mereka ternyata bisa. Mental adalah salah satu kuncinya," katanya menambahkan.

Pria yang akrab dipanggil RD mengaku sangat bersyukur dengan raihan timnas saat ini. Namun, pihaknya meminta kepada semua pemain untuk segera mempersiapkan diri untuk menghadapi laga final di Zeyar Thiri Stadium, Sabtu (21/12).

Ditanya kekuatan Harimau Malaya, mantan pelatih Arema Indonesia itu mengaku jika anak asuh Ong Kim Swee itu adalah tim yang kuat. Sesuai dengan prediksi sebelumnya, Malaysia meningkatkan tempo serangan menjelang akhir pertandingan.

"Malaysia terus menekan dan akhirnya mampu menyamakan kedudukan. Kami terus meminta kepada pemain untuk tetap tenang. Dan inilah hasilnya (final)," kata pria kelahiran Metro Lampung itu.

Demi memenuhi target yang dibebankan yaitu merebut emas, RD mengaku akan segera menyiapkan tim terbaik. Namun, sebelumnya akan memberikan kesempatan kepada semua pemain untuk recovery demi mengembalikan kebugaran.

Sementara itu pelatih Timnas Malaysia Ong Kim Swee menilai Timnas Indonesia adalah tim yang kuat. Apalagi dipertandingan penentuan mampu mengalahkan tuan rumah Myanmar yang sebelumnya bermain perkasa.

"Indonesia bisa mengalahkan Myanmar. Yang kami telah berusaha memberikan yang terbaik," katanya usai pertandingan.

Dengan mampu mengalahkan Malaysia, Timnas Indonesia mampu memutuskan mimpi buruk SEA Games 2011 lalu. Saat itu Tim Garuda Muda harus menyerah juga dengan adu penalti.

antara.com
 
.

Rangkaian Strategi RD Antar Timnas di SEA Games 2013

INDONESIA UPDATED. Indonesia U-23 telah memastikan diri lolos ke babak semi-final SEA Games 2013. Bisa dibilang, lolosnya skuat yang dilatih Rahmad Darmawan itu juga dinaungi faktor keberuntungan.

Bagaimana tidak, setelah sempat merasa pesimistis dengan peluang untuk lolos lantaran kalah dalam selisih gol dari Myanmar, pada akhirnya semangat para penggawa Garuda Muda kembali membubung setelah mengetahui bahwa penentuan untuk lolos adalah dengan sistem head-to-head.


Seperti diketahui, sebelum laga melawan Myanmar, Timnas U-23 baru mengoleksi poin empat dengan selisih gol minus dua. Sebaliknya, tim tuan rumah yang berada di peringkat kedua surplus lima gol dengan poin tujuh.


Jika penentuannya menggunakan sistem selisih gol lebih dulu, maka Rizki Ramdani Lestaluhu dan kawan-kawan harus menang atas Myanmar dengan margin minimal empat gol. Jelas, itu merupakan tugas yang berat, meski kemungkinan terjadi tetap ada, mengingat performa apik yang ditampilkan Kyaw Ko Ko dan kawan-kawan dalam tiga pertandingan sebelumnya.

Namun, jika penentuannya menggunakan sistem head to head, yang dilihat adalah hasil dari pertandingan saat kedua tim bentrok. Praktis, dengan sistem ini Timnas U-23 hanya butuh menang atas Myanmar - berapapun skornya. Sedangkan Myanmar hanya butuh hasil imbang.

Pada kenyataannya, Garuda Muda mampu menang tipis 1-0 atas Myanmar lewat gol dari titik penalti yang dieksekusi dengan sempurna oleh Alfin Ismail Tuasalamony pada menit ke-36. Apakah gol penalti itu masuk dalam hitungan keberuntungan?

Oke, kalau memang ada yang menganggap itu keberuntungan. Sah-sah saja. Tapi perlu diingat pula, gol tersebut tercipta hasil permainan di lapangan. Artinya, strategi yang diterapkan RD plus implementasi para pemain di lapangan yang baik dalam menerjemahkan instruksi pelatih, membuat situasi itu bisa terjadi.

Pada pertandingan itu, RD melakukan sebuah perubahan taktik yang cukup radikal dari tiga laga sebelumnya. Ya, dari tiga laga melawan Kamboja, Thailand, dan Timor Leste, pelatih berusia 47 tahun itu menerapkan pola 4-2-3-1. Tapi ketika menghadapi Myanmar di laga terakhir, RD menerapkan skema 4-4-2. Di bawah mistar gawang ada Andritany Ardhiyasa, yang tampil cukup tenang pada laga itu. Untuk lini belakang, empat yang diandalkan adalah Alfin, Manahati Lestusen, Mokhammad Syaifuddin, dan Diego Robbie Michiels.

Selanjutnya, Rizky Pellu dan Dedi Kusnandar diduetkan sebagai gelandang jangkar. Sementara Rizki Ramdani Lestaluhu dan Bayu Gatra diinstruksikan untuk bermain menusuk lewat sayap. RD pun memainkan secara bersamaan dua strikernya di laga itu; Yandi Sofyan Munawar dan Fandi Eko Utomo. Tentu saja, itu supaya bisa memberikan tekanan lebih terhadap lini pertahanan skuat yang dilatih Park Sung-hwa.

Dalam aplikasinya, transisi skema pun terjadi ketika menyerang menjadi 3-5-2. Dedi Kusnandar sedikit ditarik ke belakang, serta dua full back Alfin dan Diego naik membantu penyerangan. Daya jelajah yang cukup tinggi dari Rizky Pellu mampu menjadi penetralisir di lini tengah ketika menyerang maupun saat diserang. Di samping itu, para pemain juga bermain cukup disiplin dan tenang. Strategi ini pun bisa dibilang sukses untuk membuat para pemain Myanmar tertekan.

Selain itu, pergantian pemain cukup tepat dilakukan RD dalam laga tersebut. Andik Vermansah dimasukkan pada menit ke-63 untuk menggantikan posisi Ramdani. Kemudian, pada menit ke-83 RD menggantikan Yandi dengan Egi Melgiansyah supaya tim lebih kuat dalam bertahan.

Sayang, meski serangan yang dilakukan para pemain Indonesia cukup bervariasi baik dari sisi sayap maupun tengah, namun penyelesaian akhir masih menjadi kendala. Tim juga masih sedikit lengah ketika terjadi eksekusi bola-bola mati yang  dilakukan oleh para pemain Myanmar. Ketika terjadi tendangan bebas terlihat beberapa kali para pemain Myanmar mampu lepas dari pengawasan pemain. Beruntung, mereka gagal memanfaatkan peluang tersebut.

Bertemu Malaysia
Berbagai kelemahan tersebut harus segera dibenahi oleh para penggawa Garuda Muda. Pasalnya, pada laga semi-final 19 Desember nanti mereka akan bertemu Malaysia. Malaysia lolos ke semi-final dengan status juara grup A, setelah menang tipis 2-1 atas Vietnam, Selasa (17/12) kemarin.

Kemenangan Malaysia atas Vietnam juga patut dicermati. Hasil itu juga merupakan buah kecerdikan dari pelatih Ong Kim Swee yang menerapkan strategi serangan balik akibat kondisi beberapa pemainnya tidak fit 100 persen.

Para pemain tim Harimau Muda pun bermain sangat efektif. Mereka mampu mencetak dua gol lewat skema serangan balik yang cermat. Sementara Vietnam yang tampil menyerang sepanjang pertandingan, dibuat frustasi dan baru bisa mencetak gol pada menit ke-90+4 melalui kaki Hoang Thien Le.

Dengan kata lain, para pemain Malaysia juga mampu tampil disiplin dan secara organisasi permainan juga baik. Selain itu, Timnas U-23 juga harus menyiapkan mental untuk mengantisipasi terjadinya penentuan melalui adu penalti. Mengingat pada final SEA Games 2011 Andik Vermansah dan kawan-kawan takluk lewat adu penalti dari Malaysia dengan skor 5-4.
 
Dari segi recovery, Timnas U-23 sedikit diuntungkan lantaran memiliki waktu istirahat dua hari jelang semi-final. Sedangkan Malaysia hanya satu hari. Namun, Malaysia diuntungkan dari segi pengenalan kondisi lapangan lantaran sudah menjalani empat laga grup A di Zayarthiri Stadium, Nay Pyi Taw, yang menjadi lokasi laga empat besar.

Menarik menunggu laga kedua tim yang bakal sarat gengsi dan emosi. Timnas U-23 diperkirakan tetap akan mencoba mengambil inisiatif menekan lebih dulu. Sementara Malaysia, yang masih dilanda kelelahan bakal memainkan strategi seperti ketika menaklukkan Vietnam. Yang akan menjadi kunci pada laga nanti adalah ketenangan dan kedisiplinan para pemain dari kedua tim.

.

Thursday, December 19, 2013

Kronologi: Jatuhnya Skuad Malaysia di Semi Final SEA Games

INDONESIA UPDATED. Hari ini skuad Malaysia 'jatuh' di SEA Games melalui drama adu penalti dengan skor Indonesia 4-3 Malaysia. Berkat kemenangan ini, Timnas Indonesia berhak maju ke final sepakbola putra SEA Games 2013 Myanmar. 

Kegagalan dua pemain Malaysia, Thamil Arassu dan Syahrul Saad dalam tendangan penalti menjadi kunci kemenangan skuad Indonesia.

Sebelum melewati dua kali perpanjangan waktu dan adu penalti, di babak pertama Indonesia sempat unggul lebih dahulu di menit ke 30 melalui gol tunggal Bayu Gatra yang sukses memanfaatkan umpan satu-dua yang dilakukan Fandi Eko Utomo. Sementara gol untuk Malaysia dibukukan oleh Thamil Arassu pada enam menit menjelang laga berakhir.

Selain Bayu Gatra, Yandi Sofyan juga tampil apik dengan beberapa kali merepotkan penjaga gawang Malaysia. Yandi Sofyan nyaris mencetak gol pada menit ke-24, 27 dan 60, sayang bola sontekannya melebar.

Timnas Indonesia menguasai jalannya babak pertama dengan sering merangsek ke sisi pertahanan Malaysia melalui sisi sayap namun pada babak kedua Malaysia mencoba untuk menguasai pertandingan.

Pada menit ke-71 tendangan keras dari pemain Malaysia nyaris menyamakan kedudukan, namun Kurnia Meiga tampil gemilang dengan menepisnya.

Empat menit kemudian Rozaimi kembali membahayakan gawang Indonesia, beruntung Kurnia Meiga dengan sigap ke luar dari gawang untuk menjemput bola.

Menit ke-80 Sarvindran nyaris membuat gol dari dalam kotak penalti Indonesia, beruntung bola tendangannya mengarah ke pelukan Kurnia Meiga.

Unggul 1-0 ternyata tidak membuat Rahmad Darmawan bermain bertahan, hal itu ditunjukan dengan mengganti gelandang serang, Ramdani Lestaluhu dengan penyerang lincah, Andik Vermansyah di menit ke-78.

Pada menit ke 84 Malaysia bermain dengan empat penyerang. Strategi ini  langsung bekerja karena satu menit kemudian Thamil Arassu berhasil menyamakan kedudukan, 1-1.

Menit 89 umpan Bayu Gatra kepada Andik nyaris mengunci kemenangan untuk Indonesia, sayang masih melebar.

Hingga 90 menit pertandingan kedudukan imbang tidak berubah sehingga pertandingan dilanjutan ke babak tambahan.

Pada 2×15 menit perpanjangan waktu, kedua tim melakukan jual beli serangan namun tidak ada gol yang tercipta sehingga pertandingan dilanjutkan dengan adu tendangan penalti.

Pada babak adu penalti Kurnia Meiga berhasil menepis tembakan dua penendang pertama untuk Malaysia, Thamil Arassu dan Syahrul Saad. Sementara penjaga gawang Malaysia, Izham Tharmizi tidak berhasil menepis satu tendangan pun hanya penendang ketiga Indonesia, Manahati Lestusen, yang tembakannya meleset.

Di final Indonesia akan bertemu dengan pemenang antara laga semi final lainnya yang mempertemukan antara Singapura dan Thailand.

.

Wednesday, December 18, 2013

Perolehan Medali : Klasemen Sementara Indonesia Turun Ke Posisi 4

INDONESIA UPDATED. Di papan klasemen sementara Peroleham medali Sea Games 2013 Myanmar, posisi Indonesia melorot ke posisi 4.

Sampai Rabu (18/12/2013) sore kontingen garuda berhasil mengumpulkan total 47 Emas 59 Perak dan 67 Perungu, dimana perolehan ini masih jauh dari kontingen Thailand yang sampai saat ini menduduki peringkat pertama, dimana tim gajah putih tersebut sudah berhasil mengoleksi 68 Emas 63 Perak, dan 59 perunggu.

Diposisi dua ada kontingan Vietnam dengan total perolehan sebanyak 154 medali dengan rincian 52 Emas, 48 perak dan 54 perunggu. Sementara itu tuan rumah Myanmar yang sempat memimpin perolehan medali sementara sesaat sebelum pembukaan kembali berhsial menggeser posisi Indonesia, dan sekarang duduk di peringkat ke 3 dengan raihan 52 Emas, 43 Perak dan 49 Perunggu.

Dari hasil Sea Games kemarin, kontingen Indonesia berhasil menambah koleksi medali emas lewat cabang olah raga lompat jangkit putri yang dipersembahkan oleh Maria Natalia Londa, yang sebelumnya juga sudah berhasil mempersembahkan medali perak dan perunggu, pada pertandingan kemarin akhirnya atlet asal bali tersebut berhasil menyabet medali emas dengan lompatan sejauh 14 meter 17 centimeter. 

Bukan hanya berhasil meraih medali emas, Maria juga mampu menajamkan rekor SEA Games yang dibuat atlet Thitma Maungjan di tahun 2009, dengan lompatan sejauh 14,08 m.

Dari cabang olah raga dayung, kontingen Indonesia berhasil meraih dua emas dari nomor LM2 dan M 8+. Di nomor LM2, Arief/Thomas Hallatu berhasil finis tercepat dengan waktu 7 menit 07, 92 detik. Mereka unggul 1,61 detik dari tim Filipina yang meraih perak. 

Adapun medali perunggu Vietnam. Dengan demikian Arief/Thomas berhasil menyumbang dua medali emas di Myanmar. Sebelumnya, duet rowing ini berhasil di nomor LM 4-. Dari cabang ini total sudah lima medali emas berhasil dikumpulkan dan sudah melampui target yang diberikan yakni sebanyak 4 medali emas.

Berikut ini daftar klasemen sementara Perolehan Medali Sea Games 2013 

Tuesday, December 17, 2013

Indonesia Begins to Languish in The Medal Hunt

INDONESIA UPDATED. Amid Thailand’s domination, Triady Fauzi Sidiq stole the show in the pool by winning the men’s 50-meter freestyle, but generally it was a dry and barren medal field for the Indonesian contingent on Sunday.

The Thai sporting juggernauts racked up a total of 12 gold medals, compared to Indonesia’s mere three, to solidify their position at the top of the provisional standings.


Indonesia’s gold came from pencak silat, track and field, and swimming.

At Wunna Theikdi Aquatic Stadium, Triady clocked the fastest time of 23.12 seconds to win his second gold medal in the pool.

Russel Ong Kaiyi of Singapore and Alexander Lewis Gavin of Thailand won silver and bronze with 23.14 and 23.41 seconds, respectively.

“I’m happy, but I’m not satisfied with my time because I could not surpass my best time of 22.88 seconds set at the Islamic Solidarity Games [in September],” he said after the medal ceremony.

His first gold was earned in the men’s 100-meter freestyle two days ago when he set a new SEA Games record.

His time of 49:99 seconds was an improvement on the previous score of 50:16 set by Daniel William Henry Bego of Malaysia in 2009 in Laos.

Triady said he needed to improve his level of fitness before competing at his next targeted competition — the Asian Games in Incheon, South Korea, next year.

“I will continue to train in order to improve my time. My next shot will be at the Asian Games,” he said.

Thailand holds the top position with 45 gold, 41 silver and 40 bronze medals followed by Myanmar (38, 31, 35), Vietnam (36, 32, 41) and Indonesia (33, 47, 44).

In pencak silat, debutant Muhammad Adnan, who competed in the 55-60 kilogram match category, brought home Indonesia’s only gold on the last day of the pencak silat competition after defeating host athlete Ye Kyaw Thu.

He outscored his opponent 4:1.

Adnan expressed his happiness, saying that he dedicated his first gold medal to his family, coach and the nation.

“I won a gold medal in my very first SEA Games event,” said the 21-year-old student from Tadulako, Central Sulawesi.

The team failed to meet the target of six gold medals, but was still the overall champion in the event, with a total of four golds, four silver and three bronze followed by Vietnam with four gold, four silver and two bronze.

Hendro was Indonesia’s only gold medalist in the track and field, which commenced with nine gold medals on offer on Sunday.

Hendro won the men’s 20-kilometer race walk, four minutes ahead of Vietnam’s Xuan Vinh Ho, who clocked 1:33:30. Myanmar’s Myo Min Thiha grabbed the bronze with 1:36:18.

Fellow Indonesian Hermanto took the bronze in the men’s discus throw after recording a 51.96-meter pitchout.

Malaysia’s Muhammad Irfan topped the event with 53.16 meters, followed by Narong Benjaroon of Thailand with 52.45 meters.

In the men’s 400-meter race, Edy Ariansyah also won bronze after clocking 47.78 seconds. He was outpaced by the Philippines’ Archand Christian Bagist and Edgardo Alejan who seized gold and silver with 47.22 and 47.45 seconds,
respectively.

“Regardless of the medal, this is my first SEA Games so I’m happy with that,” Edy said.

“The competition was quite tough and the Philippine athlete is the best time holder,” he said.

In the cycling road race, Robin Manulang completed the course in the 50-kilometer Individual Time Trial in one hour, seven minutes and 38.294 seconds to finish at second place behind Philippine cyclist Mark John Lexer P Galedo.

“The outcome of the race was not as we predicted. We initially checked the racers from Thailand and Vietnam, but it was the Filipinos who broke through to the front,” Robin said after the medal presentation ceremony.

The other Indonesian cyclists, Ryan Areihaan, languished at fourth place.

Yanthi Fuchiyanti also failed to overtake her opponents and had to be content with the bronze in the women’s 30-kilometer ITT, behind Singapore’s Slew Kheng Dinah Chan.

thejakartaglobe.com

SEA Games Medals for Indonesia in Progress

INDONESIA UPDATED. Indonesia secured its first medal in athletics at this year’s Southeast Asia Games when Hendro won the men’s 20-kilometer race walk at the Wunna Theikdi Sports Complex in Nay Pyi Taw, Myanmar, on Sunday.

Hendro won in a time of 1:29:41, followed by Vietnam’s Xuan Vinh Vo in second and Myo Min Thiha of Myanmar in third place.

Hermanto added bronze after finishing third in the men’s discus throw with his best distance of 51.96 meters. Muhammad Irfan Shamshuddin of Malaysia won gold with 53.16 m and Narong Benjaroon settled for second place with 52.45 m.

In the pencak silat (martial arts), which ended the competition on Sunday, Indonesia added another gold medal when Mohammad Adhan Rusdin won the final match against Myanmar’s Ye Kyaw Thu in the fight event in the 55-60 kilograms category at the Zayat Thiri Indoor Stadium.

Rusdin defeated Ye with a unanimous decision after four out of five judges awarded the Indonesian fighter a win. He is the only fighter to have won gold among his five compatriots in the final round.

Meanwhile, Yanthi Fuchianty added a bronze medal from cycling after finishing third in the women’s 30-kilometer individual time trial road race event.

She finished in 43.381 seconds behind overall winner Dinah Chan Siew Kheng of Malaysia, who took gold, while Chanpeng Nontasin of Thailand took silver.
Indonesia also won a bronze medal in the karate men’s team kumite event 
after defeating the Philippines 3-1 in repechage. Thailand took gold and Malaysia secured silver.

On Saturday, Indonesia’s badminton team nearly made a clean sweep when it took three of the five gold medals on offer.

Angga Pratama and Rian Agung Saputro won the men’s double event by defeating Berry Angriawan and Ricky Karanda Suwardi, 21-13, 17-21, 21-17, in the all-Indonesian final, while Bellaetrix Manuputty played against odds as she beat second seeded Busanan Ongbamrungphan of Thailand, 9-21, 21-13, 21-13, to win the women’s single.

“To be honest, I was nervous because I lost twice to Busanan in our previous meetings. Besides, she defeated Aprilia Yuswandari with a big score in the second round,” Bellaetrix told the Indonesia Badminton Association (PBSI).

“It’s the best Christmas gift for me and my family. I had personal target to win a gold medal and I prepared myself very well for the SEA Games,” she said.

Muhammad Rijal and Debby Susanto completed the day as they defeated Maneepong Jongjit and Sapsiree Taerattanachai of Thailand, 21-18, 21-19, to win the mixed double event and secure a third gold medal for Indonesia.

But the country’s clean sweep was denied when Dionysius Hayom Rumbaka lost to Tanongsak Saensomboonsuk of Thailand, 22-20, 21-17, and settled for silver while Nitya Maheswari Krishinda and Greysia Polii lost to Vivian Kah Mun Hoo and Woon Khe Wei of Malaysia, 17-21, 21-18, 17-21, in the women’s double event.

“We have achieved a target with three gold medals, though we had a chance to win all five golds. The shuttlers gave their best effort in the event,” team manager Ricky Soebagdja said.
thejakartaglobe.com

Indonesia Knocks Out Hosts Myanmar to Seal Semi-Final Place

INDONESIA UPDATED. The hosts had to avoid defeat to reach the semis, but had no reply to Alfin Tuasalamony’s first half penalty which was enough to send the Indonesians through to the final four.

Indonesia came back from the dead to beat hosts Myanmar 1-0 and dramatically seal a place in the semi-finals of the SEA games at the Thuwunna Stadium on Monday evening.

The hosts started the match as favourites after convincing wins against Cambodia (3-0) and Timor Leste (3-1), which was followed by a creditable 1-1 draw against Thailand.

Indonesia, on the other hand, were on the brink of elimination after a disappointing goalless draw against minnows Timor Leste and a 4-1 thumping at the hands of Thailand before that.

Few would have predicted Indonesia to come out as victors, but Alfin Tuasalamony’s goal proved to be the difference as he converted a penalty after Myanmar goalkeeper Pyae Phyo Aung brought him down inside the penalty box.

Myanmar tried their best to find an equaliser but they were unable to break down a resolute Indonesian defense. Their frustration was compounded in added time when they were reduced to ten men after forward Ye Lin Aung was dismissed.

The result meant that both teams finished Group B with seven points, but Indonesia’s better head-to-head record meant that they finished in second place ahead of the hosts.

Myanmar coach Park Sung Wha was left stunned with the result, not just because of the defeat, but because he was not aware of the tournament rules that prioritises the head-to-head rule before goal difference.

“I knew this procedure only at the end of this match,” he said.

“I didn’t really think about this match result because I already expected us to go to the semi-finals. I did not put enough concentration in this match, that’s why I didn’t know about the group stage procedures and the ranking system.

“I take all responsibility. It’s my fault. I’m very sorry to all the supporters and the players who have given their best.”

Indonesia coach Rahmad Darmawan refused to get drawn in with regards to his counterpart’s oversight, choosing instead to focus on his players’ performance.

“Today all the players had a big performance,” he said.

“Now we’ll just focus on the recovery for the players and get ready for our next match against Malaysia or Vietnam.”

In the other Group B match on Monday evening, Thailand sealed top spot after a goalless draw against Cambodia.

goal.com
 

Indonesian Swimmer Breaks SEA Games Record

INDONESIA UPDATED. Indonesian swimmer, Triady Fauzy Sidiq, has broken SEA Games record for men's 100-meter free style at the Wunna Theikdi Stadium, Myanmar.

"I was surprised to be able to break the record," said Triady after receiving his medal yesterday. Triady recorded 49.99 seconds, pushing aside the previous fastest time of 50.16 recorded by Malaysian Daniel Bego in Sea Games 2009. 

 
Swimmer from Vietnam, Quy Phuoy Hoang who recorded 50.52 seconds sat in the second place before Singaporean Kai Quan Donny who finished at the third position in 50.83 seconds.

"I deserve it after the training I have been through," said Triady. "I am very happy and I dedicate this gold for Indonesia."

Up until last night, Indonesian swimming team had contributed two gold medals, three silver, and three bronze medals.
tempo.co

Indonesian U-23 Likely to Pass SEA Games Semi Final Round

INDONESIA UPDATED. The Indonesia Team U-23 still has the odds to likely pass to the semifinal round of SEA Games 2013. The young Garuda needs only to win in a match against Myanmar today, without having to worry about Goal Difference (GD) aggregate system.

ASEAN Football Federation (AFF) official website wrote on Sunday that SEA Games regulation employs head-to-head result in reference to Asian Football Confederation (AFC), rather than the GD aggregate system. 

Therefore, shall there be two teams owning same points, any team winning the match against the other will have the privilege to pass.

The recent confirmation gives a slight of benefit to the young Garuda, as Indonesia owns minus two GD, while Myanmar sits comfortably with five GD. Nevertheless, Indonesia will still have to win the match against host nation, yet without worrying to score a bunch of goals.
tempo.co

Erico dan Alex Tatontos Terhenti di Semifinal Boxing SEA Games

INDONESIA UPDATED. Dua petinju putra Indonesia, Erico Amanopunyo dan AlexTatontos, kandas di babak semifinal SEA Games ke-27 di Nay Pyi Taw, Myanmar, Jumat, 13 Desember 2013. 

Erico yang bermain di kelas welter ringan (64 kilogram) kalah angka melawan petinju Filipina, Dennis Galvan.

Adapun Alex Tatontos di kelas menengah (75 kilogram) ditaklukkan petinju Filipina yang lain, Willy Lopez, juga dengan angka. Alex, peraih medali emas pada SEA Games 2011, semula ditargetkan mempertahankan prestasinya dua tahun lalu.


Petinju Indonesia yang juga ditargetkan meraih medali emas, Julio Bria, sudah lebih dulu tersingkir di babak awal. Julio meraih medali emas pada SEA Games  2011. Dengan demikian, dua target medali emas dari Julio dan Alex gagal diwujudkan.

Adapun Erico tampil di tim utama secara kontroversial karena ia menyisihkan Vinky Montolalu yang telah mengalahkannya tiga kali, yakni di PON, Sarung Tinju Emas, dan Piala Wakil Presiden. Vinky yang juga dikirim oleh Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP Pertina) ke Myanmar disisihkan melalui voting yang melibatkan pelatih dan petinju.

Vinky yang terpukul dan kecewa karena merasa dipermalukan dengan keputusan itu, Rabu malam lalu kembali ke Jakarta dengan biaya sendiri. Hal itu juga dipertanyakan oleh Sasana Amphibi yang menaungi Vinky. Pembina Sasana Amphibi yang juga Wakil Ketua Pengprov Pertina DKI Jakarta,  Richard Engkeng akan meminta pertanggungjawaban PP Pertina seusai SEA Games nanti.

tempo.co

Hendro Raih Emas di Jalan Cepat

INDONESIA UPDATED. Atlet jalan cepat Indonesia, Hendro, berhasil meraih medali emas di nomor jalan cepat 20 kilometer SEA Games 2013 yang berlangsung di Kompleks Olahraga Wunna Theikdi, Nay Pyi Daw, Myanmar, 15 Desember 2013.

Dari hasil yang terpampang di laman resmi SEA Games 2013, Hendro mencatatkan waktu selama 1 jam 29 menit 41 detik. Dia mengalahkan catatan waktu atlet Vietnam, Xuan Vinh Vo, yang menempuh 20 kilometer dengan catatan waktu 1 jam 33 menit 30 detik. Adapun atlet Malaysia, Myo Min Thiha, menempati posisi ketiga dengan catatan waktu 1 jam 36 menit 18 detik.


Waktu yang dicatatkan Hendro jauh lebih baik daripada SEA Games sebelumnya. Pada SEA Games 2011 lalu, Hendro memperoleh medali perak dengan catatan waktu 1 jam 33 menit 34 detik. Catatan waktu yang ia torehkan kini bahkan melebihi peraih emas SEA Games 2011 itu, yaitu Lo Choon Sieng asal Malaysia yang menorehkan catatan waktu 1 jam 32 menit 34 detik.

 
Namun, Hendro belum mampu melampaui catatan waktu terbaiknya, yang juga adalah rekor nasional, yaitu 1 jam 29 menit 35 detik. Rekor ini ia capai pada Pekan Olahraga Nasional 2012 September tahun lalu.

 

Hingga 15 Desember 2013 siang, Indonesia berada pada posisi keempat dalam tabel perolehan medali. Kontingen Merah Putih meraih 32 medali emas, 44 perak, dan 40 perunggu. Thailand berada pada puncak tabel dengan 36 emas, 32 perak, dan 38 perunggu, diikuti tuan rumah Myanmar dengan 34 emas, 31 perak, dan 31 perunggu. Vietnam berada di atas Indonesia dengan 34 emas, 28 perak, dan 35 perunggu.
tempo.co

Hildan Sumbang Emas di Sea Games Cabang Sepeda

INDONESIA UPDATED. Pebalap sepeda, Hildan Afosma, menyumbangkan satu medali emas Sea Games dari nomor downhill yang berlangsung di Mount Pleasant, Nay Pyi Taw, Myanmar, Sabtu lalu.
 

Hildan mencatat waktu tercepat 2 menit 22,324 detik. Ia mengalahkan catatan waktu pembalap Indonesia lainnya, Purnomo, yang menorehkan waktu 2 menit 22,999 detik.

Sementara, tempat ketiga diraih pembalap Thailand, Seubsakun Sukchanya, dengan catatan waktu 2 menit 24,125 detik.
 

 
"Saya tidak menyangka, kirain saya hanya dapat perak," kata Hildan di arena pertandingan, Sabtu, 14 Desember 2013. "Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan."

 

Hildan mengatakan, trek sepanjang 1,7 kilometer yang harus dilaluinya cukup sulit. Selain sempit, trek juga berdebu. "Jadi lebih licin," katanya.
 

Torehan emas ini memang mengejutkan karena dua hari lalu ia sempat terjatuh saat latihan dan mengalami luka di lutut kiri dan pinggul. "Saya berusaha terus fokus," ujar dia.
 

Pelatih sepeda, Karman Sukarman, mengatakan dirinya sebenarnya lebih menjagokan Purnomo dibanding Hildan. "Sebenarnya Hildan lapis kedua tapi dia memang hebat," katanya. 
tempo.co

Rebut 4 Emas, Pencak Silat Raih Juara Umum

INDONESIA UPDATED. Cabang olahraga pencak silat meraih juara umum dengan torehan lima medali emas. Emas terakhir disumbang Mohamad Adnan di nomor tanding 55-60 kilogram yang digelar di Zayar Thiri Indoor Stadium, Ahad siang, 15 Desember 2013.
"Saya senang sekali karena ini emas di SEA Games pertama saya," kata Adnan setelah bertanding. "Saya persembahkan emas ini untuk ibu, yang wajahnya selalu saya bayangkan saat bertanding."
Adnan mengalahkan pesilat Myanmar, Ye Kyaw Thu, dengan skor 4-1. Torehan emas dari Adnan ini menggenapi perolehan emas dari cabang pencak silat menjadi empat emas.


Selain emas, hari ini pencak silat juga menyumbang tiga perak, masing-masing dari Nyoman Andika Saputrawan, Mariati, dan Wewey Wita. Semuanya dari cabang tanding.


Pelatih pencak silat Indonesia, Taslim Aziz, mengatakan sampai hari terakhir ini pencak silat telah menyumbang empat emas, empat perak, dan tiga perunggu. Torehan ini sebenarnya tak memenuhi target minimal mereka, yakni lima medali emas.


Namun, kata Taslim, tim Indonesia tetap meraih juara umum karena saingan terberat mereka, yakni Vietnam, hanya meraih empat emas, tiga perak, dan dua perunggu. "Memang tidak mencapai target, tapi kami tetap juara umum," kata Taslim.

tempo.co
 

Arena Hilights

| All ARENA HILIGHTS Updated, Please Click Here |

Other SEA Games Progress

| Other SEA Games Progress, Please Click Here |